Pages

18 April 2011

Naratif 11: Perjuangan


Ruang waktu dimanfaati untuk melihat ke dalam diri. Sambil menghayati keindahan malam purnama. Apakah dirinya masih di landasan itu? Saban hari dia melihat teman-temannya berubah. Membelok ke laluan yang telah dia tinggalkan suatu ketika dahulu. Sedih, sesal di hati. Dia tidak lagi hanya melihat. Dia selami hati-hati itu, mencuba untuk empati. Usahanya tidak membuahkan hasil, biarpun sedikit. Laluan itu, laluan yang mereka pilih. Apakah bisa dia ubah keinginan hati mereka? Lemah memikirkan mereka yang dia sayangi lillahita’ala.  Melepaskan keluhan kecil. Lantas dia beristighfar, kembali mengembalikan kekuatan, merujuk minda rasional.
“Ya..Allah melihat usahaku. Hasilnya adalah urusan Allah. Maka, yang perlu aku lakukan adalah terus berusaha.”
Monolognya sendirian.  Tiada noktah untuk tulisan perjuangan. Ya..perjuangannya takkan terhenti, dengan apa cara sekalipun, apa saja alternatif, perjuangan harus diteruskan… Kembali merenung ke langit. Bintang-bintang yang tadi bertaburan berkerlipan telah hilang dari pandangan. Angin malam bertiup, lebih kencang daripada biasa. Dadanya mulai sesak. Lantas ditinggalkan serambi rumahnya itu, langsung menuju ke kamar. Seketika kemudian, titisan hujan mulai kedengaran. Malam bakal dingin…

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih atas pandangan dan kritikan anda. :-)